Senin, 17 September 2018

Bangga Menjadi Orang Indonesia Bersama Ridwan Kamil | PK LPDP

Bangga Menjadi Orang Indonesia Bersama Ridwan Kamil | PK LPDP

Saya akan membagikan pesan dari seorang tokoh bagaimana kita bangga menjadi orang Indonesia. Materi ini disampaikan oleh Ridwan Kamil. Jika yang belum tahu Ridwan Kamil. Bisa di baca profilnya di Profil Ridwan Kamil

Materi ini disampaikan oleh kang Emil di Balai Kota Bandung kepada Penerima Beasiswa LPDP Angkatan 51 (PK-51).

"The Chosen One adalah Membanggakan"
Kalimat yang kang Emil sampaikan di awal sesi materi.

Kalimat yang menekankan kepada penerima beasiswa LPDP bahwa mereka sangat beruntung karena mendapatkan takdir istimewa yang tidak semua orang dapatkan.

Dalam hidup harus cerdas, meskipun saingan banyak. Pendidikan tidak menjamin kesuksesan hidup tetapi pendidikan menjadikan hidup memiliki banyak pilihan.

Kang Emil bercerita pengalamannya saat beberapa kali ditolak melamar kerja di Amerika. Ia pernah di ejek karya arsitekturnya.

Dari pengalaman itu, kang Emil mengambil kesimpulan bahwa:

Kalau berada di negeri orang, harus percaya diri. Untuk survive di negeri orang, kita harus percaya diri.

Jangan pernah minder jadi orang. Selalu percaya diri. Musuh terbesar adalah diri sendiri.

Sehingga kita harus mengalahkan ketakutan, rasa minder, rasa was-was. Karena itu adalah kunci kesuksesan hidup di luar negeri.

Kemudian ia juga bercerita pengalaman hidupnya ketika bekerja di Hongkong. Kang Emil bekerja sebagai penyusun presentasi untuk atasannya.

Menurutnya, orang Indonesia disukai ketika bekerja secara profesional di luar negeri. Kerjanya cepat tetapi sedikit dalam berbicara.

Percaya Diri Menjadi Orang Indonesia

Percaya pada diri sendiri, yakin bahwa kita bisa mengerjakan apa yang ditugaskan. Lupakan semua perkataan negatif dari orang lain.

Ia menekankan kepada peserta, untuk enjoy sebagai warga dunia. Jangan minder, membaurlah, tetapi hati tetap merah putih. Indonesia adalah negeri indah yang memiliki banyak masalah yang perlu kita atasi.

Kang Emil juga menjelaskan pentingnya kemapanan/kemandirian. Ia mengajak peserta untuk menentukan timingnya sendiri. Boleh idealis tetapi harus mandiri. Lebih baik mandiri terlebih dahulu, cukup untuk keluarga terlebih dahulu baru menjadi idealis.

Namun, jangan sampai dengan ilmu LPDP, peserta menjadi mandiri tetapi lupa dengan Indonesia.

Seperti nasihat ayah kang Emil:

Orang pintar, tetapi tidak peduli

Orang tidak pintar, tetapi sok peduli

Orang tidak pintar, tetapi tidak peduli

Orang cerdas, kelompok terpilih, tetapi peduli

Jadi orang pintar yang peduli, tidak makan sendiri.

Kalau orang Islam meninggal ada 3 hal yang tidak pernah hilang: Ilmu, amal kebaikan, dan anak yang mendoakan orang tua. Kang Emil juga menceritakan wasiat ayahnya. Bahwa menjadi orang pintar itu harus mengamalkan ilmunya.

Di akhir materi, ia menekankan pentingnya berdoa: Dimanapun hidup, termasuk kuliah di luar negeri, jangan lupa berdoa.

Berikut tips untuk para peserta:

➧ Pulanglah kalau sudah mapan

➧ Kejarlah ilmu setinggi mungkin

➧ Jangan lupa doa Ibu

➧ Kalahkan musuhmu: kemalasan, ketakutan

"Networking is Everything"

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar