Sabtu, 22 September 2018

Diplomasi dan Globalisasi Bersama Marty Natalegawa

Pesan Inspiratif | Menurut Marty Natalegawa, kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini membawa dampak terhadap bangsa. Kita sebagai warga negara, patut merefleksikan permasalahan ini.

Pertama, konflik yang terjadi di kawasan timur tengah. Awalnya masalah regional, namun seiring waktu menjadi masalah global.

Kedua, uji coba nuklir di Korea Utara.

Ketiga, hubungan AS dengan Rusia

Keempat, pengungsi dari Myanmar dan Suriah.

Contoh-contoh diatas tersebut, dapat disimpulkan bahwa dunia penuh dengan tantangan yang tidak mengenal batas.

Namun, di lain sisi, masih terdapat harapan.

Contoh harapan yang paling konkret, yaitu dengan adanya dialog antar bangsa.

Dialog yang paling baru ialah summit di Prancis yang mempertemukan para pemimpin bangsa untuk memecahkan soal climate change.

Contoh dialog lainnya adalah ASEAN Community.

Dialog-dialog seperti ini mengindikasikan usaha antar negara untuk menanggapi isu-isu global dengan cara yang baik. Hanya saja, dari semua usaha, yang mana yang akan menjadi driving force? How do we bring order to such chaos?

Marty Natalegawa menyebutkan bahwa paradigma SDM kompetitif dan berwawasan global identik dengan konsep interconnected world. Dimana tidak ada lagi batasan atau pembeda antara nasional dengan regional dan global.

Sesungguhnya hubungan nasional dan regional itu bersifat fragile, saling bergantungan.

Oleh karena itu, diplomasi berperan sebagai titik tengah agar hubungan terjaga dengan baik.

"We can disagree without being disagreeable"

Contoh yang menggambarkan peran diplomasi. Di depan KBRI di London, Inggris, sering terjadi demonstrasi.

Ketika demonstrasi terjadi, KBRI sering kali menutup jendela, bahkan mengunci pintu. Dan hanya memantau keadaan dari dalam bangunan.

Marty Natalegawa menceritakan pengalamannya mendekati kelompok demonstrasi dan mengajak mereka untuk membicarakan persoalan dengan baik.

Baca Juga:

Pada awalnya, mereka yang berdemonstrasi menolak untuk berbicara, seolah-olah mereka memanaskan keadaan. Namun dengan bujukan diplomatis, mereka akhirnya setuju untuk berbicara dengan baik-baik.

Diplomasi dan Globalisasi Bersama Marty Natalegawa

Globalisasi memiliki 3 ciri, yaitu:

➧ Interconnected World

Belum jelas perbedaan antara nasional, regional dan global, tetapi dalam setiap perubahan, harus saling mendukung, jangan sampai malah menjadi batu sandungan. Kita perlu sadar bahwa hubungan ini masih fragile, sehingga perlu dijaga dengan baik.

➧ Interconnection in politics, economic, socio-culture.

Setiap masalah dalam bidang apapun akan terkait satu sama lain. Kita harus dapat mengubah masalah yang ada menjadi pendorong perkembangan bangsa.

➧ Information Technology and Implication

Semakin mudah akses terhadap berbagai informasi, tidak berarti kita menjadi lebih well-informed. Justru kita secara tidak sadar memilih informasi-informasi yang cenderung kita inginkan dan menyebabkan terjadinya intoleransi terhadap perbedaan terhadap sesama.

Adanya ciri globalisasi diatas menunjukkan bahwa there is no one size fits all (tidak ada pendekatan yang cocok untuk semuanya), maka kita (sebagai bangsa Indonesia) perlu melakukan hal-hal berikut:

➧ Memperdalam wawasan dan pengetahuan tentang Indonesia. Kita perlu mencari tahu mengapa kita bangga berbangsa Indonesia (the proud of Indonesia) dalam diri kita. Misalnya Bhinneka Tunggal Ika, dimana berbagai perbedaan ada dalam bangsa Indonesia, tetapi kita tetap toleransi terhadap perbedaan tersebut. Kita boleh mengadopsi yang lebih baik dari negeri lain, untuk kemudian kita aplikasikan demi Indonesia yang lebih baik.

➧ Perlu pendekatan holistik, dimana kita perlu melihat satu hal bukan hanya dari sudut pandang kita (bidang yang kita tekuni), tetapi kita juga perlu belajar tentang bidang lain supaya kita dapat melihat suatu hal (atau masalah) dari berbagai sudut.

➧ Dengan adanya global outlook, kita tidak hanya melihat setiap hal sebagai ancaman, tetapi juga sebagai kesempatan untuk kita sikapi dengan baik.

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar