Perjalanan Hidup Mustafa Abu Bakar Menteri BUMN RI

Selasa, 18 September 2018 : September 18, 2018

0 komentar

Perjalanan Hidup Mustafa Abu Bakar Menteri BUMN RI

Profil Tokoh | kali ini akan membagikan materi yang disampaikan oleh Bapak Mustafa Abu Bakar. Ia merupakan Menteri Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009 - 2011). Ia lahir di Pidie, Aceh, 15 Oktober 1949.

"Strong Personality to Strong Leadership"
Saat SMP pak Mustafa aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII). Karena aktivitasnya sebagai ketua ranting, beliau sekolah ke Bogor dibiayai pemerintah pada tahun 1966.

Selama 4 tahun sekolah SMK di Bogor, ia memiliki ikatan dinas dan harus bekerja kepada pemerintah selama 8 tahun. Setelah lulus dari SMK, ia diberi kesempatan lagi dengan biaya pemerintah untuk melanjutkan sekolah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia mendapatkan kesempatan itu karena dianggap berprestasi selama di SMK.

Selama di IPB, pak Mustafa fokus pada akademiknya. Hingga pada saat tingkat 3, ia terpilih sebagai mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional. Setelah itu, ia aktif lagi berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Waktu itu, Fakultas Perikanan berada di grade bawah dari semua Fakultas yang ada di IPB. Ia merasa tertantang untuk menunjukkan kepada IPB bahwa Fakultas Perikanan bisa berprestasi di kancah nasional. Terbukti, ia tunjukkan dengan menjadi mahasiswa terbaik tingkat nasional.

Setelah lulus dari IPB, Pak Mustafa tetap memperjuangkan bidang perikanan di Indonesia hingga akhirnya Indonesia memiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Karena softskill dan network lah ia direkomendasikan untuk melanjutkan studi S2 di IPB. Saat mengerjakan tesis, ia dimasukkan kedalam daftar kandidat konsultasi Agribisnis Proyek dari World Bank dan terpilih untuk melanjutkan proyeknya.

Waktu itu tesis ia belum selesai, dan meminta nasehat kepada dosen pembimbing dan kemudian ia disarankan untuk fokus menjadi PNS dan konsultan world Bank.

Setelah 10 tahun bekerja di konsultan, Pak Mustafa mendirikan perusahaan konsultan sendiri bersama teman seumurannya dan tetap aktif berorganisasi.

Karena kegemarannya berorganisasi, ia di pilih sebagai Ketua Masyarakat Perikanan Indonesia, dimana ia turut mendirikan Departemen Kelautan dan Perikanan (Kementeriaan Kelautan dan Perikanan). Disaat itu, ia juga menjadi Ketua Umum Taman Iskanda Muda.

Pada tahun 2004, Aceh terkena tsunami, Pak Mustafa ditunjuk sebagai satgas. Waktu itu Gubernur Aceh terlibat kasus hukum, sehingga pak Mustafa terpilih sebagai Gubernur Aceh.

Cara menjaga persistensi diri ala pak Mustafa:

➧ Berani mengambil resiko

➧ Kuat menghadapi tekanan

➧ Tahan terhadap Godaan

"Knowledge, Skill, Attitude"
Share this Article
< Previous Article
Next Article >

0 komentar :

© 2020 Hailogue ID - All Rights Reserved