Persaingan di Era Globalisasi | PK LPDP

Sabtu, 29 September 2018 : September 29, 2018

0 komentar

Pesan Inspiratif | Pada januari 2016, Bapak Dino Patti Jalal menjadi narasumber Program Persiapan Keberangkatan Beasiswa LPDP, di Wisma Hijau, Cimanggis.

Profil Dina Patti Jalal bisa di baca disini.

Pada kesempatan tersebut, Dino membawa materi presentasinya dengan judul "What has Changed?".

Menurutnya, saat ini sudah banyak beasiswa yang ditawarkan oleh negara-negara maju kepada warga negara Indonesia. Tentu itu menjadi kabar baik bagi warga Indonesia, tetapi di sisi lain, menurutnya bangsa Indonesia akan lebih bangga jika pendidikan warga Indonesia dibiayai langsung oleh negara.

Menurut Survei dari LSM Prancis menunjukan bahwa negara dengan jumlah pemuda terbanyak yang memandang globalisasi sebagai suatu peluang adalah Tiongkok. Poin yang dibutuhkan dalam menghadapi globalisasi adalah Confidence, bangsa yang bermental victor akan memenangi persaingan di era globalisasi ini. Sebaliknya bangsa yang bermental victim akan tenggelam dalam persaingan.

Sebagai contoh, bangsa Rwanda yang pada tahun 1992 menghadapi masalah genosida, namun sekarang sudah memiliki kekuatan ekonomi yang cukup dapat dipertimbangkan di wilayah Afrika.

Contoh lain, bangsa Cina pada era 90'an merupakan bangsa yang miskin dan paling tertutup, namun sekarang Cina menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Hal itu dapat diraih dengan adanya confidence dan self esteem para warga negaranya.

Tempo dulu, negara-negara barat menjadi acuan bagi negara lainnya, namun sekarang sudah diprediksi mereka akan tersusul oleh emerging powers (negara diluar barat yang pertumbuhan ekonominya bagus, seperti Cina, Brazil, India, Korea Selatan, Afrika, dan Saudi Arabia).

Menurut Dino, Multi Culturism menggerakkan pertumbuhan ekonomi negara-negara emerging power dengan sangat pesat.

Dalam dunia kerja sekarang, multi culturism sudah tidak dipandang rendah. Bahkan masyarakat sudah mulai menilai bahwa perbedaan adalah suatu aset yang berharga.

Di akhir sesi, Dino Patti Jalal menegaskan kepada peserta untuk menjawab tantangan globalisasi. Pemuda Indonesia harus memiliki rasa percaya diri, keterbukaan, dan memiliki rasa internasionalisme.

Untuk itu, cara mendidik anak harus lebih ditekankan pada soft power skill yang terdiri dari:

➧ Rasa percaya diri

➧ Penguasaan bahasa asing

➧ Kemampuan presentasi

➧ Berfikir kritis

➧ Kemampuan berorganisasi

➧ Kemampuan IT

➧ Kemampuan menjalin relasi
Share this Article
< Previous Article
Next Article >

0 komentar :

© 2020 Hailogue ID - All Rights Reserved