Ridwan Kamil: Apa Pengaruhnya Perilaku Milenial terhadap Karakter Bangsa Indonesia?

Sabtu, 22 Desember 2018 : Desember 22, 2018

0 komentar

Dampak Perilaku Generasi Milenial terhadap Karakter Bangsa -Seiring dengan derasnya informasi, hal ini mempengaruhi perilaku pemuda atau generasi milenial. Berkembangnya teknologi yang seharusnya mampu mengantarkan mereka pada tingkat pola pikir yang kritis dan jenius serta membawa kesejahteraan yang lebih tinggi, tetapi teknologi membuat mereka terlena dan masuk kedalam dunia maya dengan prilaku yang kontraproduktif.

Ridwan Kamil: Apa Pengaruhnya Perilaku Milenial terhadap Karakter Bangsa Indonesia?

Berikut 5 perilaku yang harus dijauhi oleh generasi milenial sekarang. Setiap perilaku buruk dari generasi milenial, sangat mencerminkan karakter dan pandangan orang terhadap bangsa Indonesia. Karena karakter bangsa dilihat dari perilaku generasi muda saat ini.

5 Prilaku Milenial yang berdampak buruk terhadap karakter bangsa

1. Tatakrama dalam berbicara

Berbagai berita di media sosial, jika dilihat di kolom komentar, banyak komentar yang saling mencaci maki antar sesama, tanggapan yang negatif dan sadis menjadi kebiasaan dan memenuhi kolom komentar di setiap berita online yang ada.

2. Tidak memiliki malu

Banyak generasi sekarang yang suka pamer aurat tanpa merasa malu, bahkan live. Ditambah dengan kemajuan teknologi, misalnya dengan adanya instagram, mereka tidak merasa malu sekalipun memamerkan detail tubuhnya yang dapat diakses oleh siapapun tanpa batasan yang dinikmati oleh para pria dewasa.

3. Minim Aktivitas yang Produktif

Generasi milenial terjebak dalam aktivitas yang menghabiskan waktu dengan minim produktifitas. Mereka kebanyakan terlalu sibuk bermain media sosial yang belum tentu membawa manfaat.

4. Banyak generasi yang menjadi profesi “hoax-er”

Dimana profesi baru ini sudah tidak asing lagi. Banyaknya informasi bohong dan hoax banyak tersebar yang dikemas secara apik. Dengan bumbu-bumbu data atau potongan data yang seolah ilmiah, ditambah gaya penulisan yang intelek, foto pendukung yang pas, jadilah informasi hoax layaknya fakta nan superseru.

5. Tidak Tabayyun

Generasi sekarang sedikit sekali yang melakukan tabayyun sebelum menyebarkan informasi. Tabayyun sendiri adalah memeriksa secara benar dan teliti informasi yang diterima sehingga penyikapan terhadap informasi yang didapat maupun yang akan disebarkan tidak menimbulkan imbas merugikan apalagi menyakiti perasaan orang lain.

Hal ini sangat perlu penyikapan yang dewasa dan bijaksana terhadap informasi dengan tabayyun terlebih dahulu.

Begitu juga, jurnalis selaku pengolah informasi, yang bekerja dengan panduan kode etik, sampai saat ini belum merdeka. Para jurnalis dituntut untuk terus menjaga integritasnya. Bagaimanapun pesatnya informasi, termasuk dengan banyaknya netizen dengan pro-kontranya, jurnalis tetap menjaga kode etik yang ada. Inilah yang membedakan jurnalis dengan tukang gosip.

Sehingga dimasa sekarang, pemuda harus menjadikan teknologi yang bijak dan bijaksana. Teknologi bagi pemuda sekarang bukan hanya bermakna teknologi yang hanya sebatas barang elektronika saja, namun dalam porsi yang seimbang dan selaras dengan kebutuhan masyarakat sekarang.

Menurut Ridwan Kamil, pemuda sekarang harus menciptakan sebuah terobosan yang membantu masyarakat, contoh dalam bidang pertanian, cukuplah membuat teknologi yang memudahkan dan memberikan efisiensi kerja dalam segala bentuk kesukaran tentang pertanian. Dan juga bagaimana membuat ikan-ikan di tambak lebih gemuk dan sehat serta lebih cepat dipanen. Ketika sudah panen, pemuda menjadikan teknologi terutama media sosial sebagai media pemasaran terhadap hasil panen masyarakat.

Teknologi semacam ini harus ditekuni dan dikembangkan dengan masa depan bangsa. Bukan menjadikan teknologi yang membabi buta, merugikan orang lain dan merusak negeri ini.
Share this Article
< Previous Article
Next Article >

0 komentar :

© 2019 Hailogue ID - All Rights Reserved