Penerima Beasiswa PK-55 LPDP Menampilkan Kreasi Bedah Buku Kepemimpinan dan Kunokini

Kamis, 10 Januari 2019 : Januari 10, 2019

0 komentar

Penerima Beasiswa PK-55 LPDP Menampilkan Kreasi Bedah Buku Kepemimpinan dan Kunokini

Persiapan Keberangkatan (PK) merupakan kegiatan yang wajib di ikuti oleh seluruh penerima beasiswa LPDP, biasanya pelaksanaan PK ini berlangsung selama 5 hari. Semua penerima beasiswa wajib mengikuti PK sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Nah tujuan dari Persiapan Keberangkatan ini yaitu untuk saling mengenal antar penerima beasiswa LPDP, mengenal LPDP itu sendiri dan menumbuhkan nasionalisme dan kepemimpinan dari para tokoh yang di undang menjadi narasumber PK.

Tepat tanggal 9-14 Februari 2016, merupakan pelaksanaan Persiapan Keberangkatan Angkatan 55 (PK-55) LPDP. 

Salah satu agenda di PK yang paling favorit yaitu by you for you (byfy) yang bertujuan untuk saling mengenal antar sesama peserta dengan menampilkan seni dan bakat mereka.  

By you for you Persiapan Keberangkatan diantaranya di isi dengan bedah buku, orasi, kunokini, dan sebagainya dan tentu tiap angkatan berbeda-beda. Nah tujuannya yaitu untuk saling mengenal antar sesama penerima beasiswa LPDP, salah satu tujuan dari PK.

Tepat di hari kedua pelaksanaan PK-55,  para peserta mendapatkan sesi By You For You (BYFY).

Salah satu by you for you yang ditampilkan oleh PK-55 ini adalah Bedah Buku Kepemimpinan dan Kunokini.

Sekedar informasi, dalam pelaksanaan Persiapan Keberangkatan (PK), setiap PK dibentuk menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok memiliki nama kelompok yang berbeda. Begitu juga setiap angkatan Persiapan Keberangkatan memiliki nama angkatan yang unik dan menjadi ciri khas angkatan tersebut.

Setiap kelompok wajib mengikuti acara ini dan harus ada salah satu perwakilan dari masing-masing kelompok.

Waktu bedah Buku Kepemimpinan berdurasi sekitar 10 menit tiap kelompok. Dan tiap kelompok tidak boleh memilih buku yang sama untuk di presentasikan.

Penampilan Bedah Buku Kepemimpinan Persiapan Keberangkatan PK-55 LPDP

Bedah Buku dimulai dan yang mendapatkan urutan pertama yaitu dari Kelompok Majakani. 

Buku yang diresensi oleh kelompok ini adalah buku berjudul “Habibie: Tak Boleh Lelah dan Kalah” karya Fachmy Casofa.

Buku ini, seperti yang tertera pada cover depannya, berisi 50 gagasan brilian yang dicetuskan oleh mantan Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie yang ditujukan sebagai sebuah persembahan spesial bagi generasi muda Indonesia.

Buku yang direkomendasikan oleh Kelompok Majakani tersebut tidak hanya membahas segi kepemimpinan sang Ahli Dirgantara dari Indonesia saja, namun juga kisah hidupnya sedari kecil hingga sekarang. Foto-foto Habibie serta orang-orang terdekatnya dari masa ke masa disajikan dan dipresentasikan.

Aspek kepemimpinan paling menarik adalah saat pembahasan mengenai bagaimana Habibie yang pada masa itu menjadi pimpinan IPTN (yang sekarang menjadi PT Dirgantara Indonesia) memberikan segenap dedikasinya dengan penuh totalitas agar Indonesia dapat menerbangkan pesawat pertama buatan asli dalam negeri.

Tidak hanya itu, Habibie juga merupakan seorang figur yang mahir dalam menyeimbangkan kebutuhan material dan spiritualnya sehingga begitu mencerminkan tipikal seorang pemimpin yang ideal terutama bagi negara Muslim seperti Indonesia.

Selanjutnya dari kelompok Lire. Bedah buku dari Kelompok Lire menampilkan resensi mengenai buku kepemimpinan berjudul “Self Driving” karya Rhenald Khasali.

Pengarang sendiri merupakan figur yang sangat terkenal di bidangnya, sebagai seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan founder Rumah Perubahan yang sering memberikan pelatihan kepada pengusaha, CEO, dan sejenisnya.

Dalam buku tersebut, Rhenald menjelaskan perbedaan antara menjadi seorang supir atau penumpang dalam menjalani kehidupan. Terkadang yang terpenting adalah bukan menjadi apa di antara keduanya, namun bagaimana kita menjalani peran manapun yang kita ambil.

Kelompok Saluang Balum membedah buku “From One Dollar to Billion Dollars Company” karya Rhenald Khasali dan Emirsyah Star.

Keunikan tersendiri dari kelompok ini dimana membahas buku mengenai penerbangan Garuda Indonesia dengan kedua presenter berperan sebagai awak kapal dengan penonton berperan sebagai penumpang maskapainya.

Maskapai yang pada tahun 2014 dinobatkan sebagai The World’s Best Cabin Crew oleh Skytrax ini, ternyata pada tahun 1998 memiliki nilai buku hanya US$ 1 saja.

Banyak faktor internal dan eksternal yang membuat hal tersebut terjadi, namun pada akhirnya saat ini Garuda Indonesia menjadi satu dari tujuh maskapai dunia yang mendapat penghargaan pesawat bintang lima setelah menerapkan tiga solusi kepemimpinan, yaitu: manajemen harapan, Garuda Indonesia experience, dan walk the talk (integritas).

Beberapa hal unik mengenai transformasi Garuda Indonesia adalah Garuda Indonesia menerapkan sistem informasi terbuka serta setiap awak kapal wajib mempunyai smartphone. Salah satu kata mutiara menarik dari diskusi mengenai buku ini adalah bahwa seorang pemimpin semestinya memiliki sebuah senjata utama, yakni harapan.

Selanjutnya Kelompok Sarabba menampilkan bedah buku berjudul “Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY” oleh Dino Patti Djalal. Beberapa hal penting yang dapat disari dari buku ini dapat diringkas menjadi:

👉 Memimpin diri sendiri adalah memimpin dengan mengormati waktu,

👉 Dalam memimpin dalam perubahan, pemimpin harus bisa melakukan transformasi,

👉 Untuk memimpin rakyat dan menghadapi tantangan diperlukan common touch (sentuhan kerakyatan) yang akan berhasil bila memiliki ketulusan,

👉 Dalam memimpin saat krisis perlu untuk thinking outside the box,

👉 Untuk memimpin di pentas dunia, perlu kepercayadirian dalam mengambil sikap.

Selain itu, disebutkan juga bahwa masa depan kita akan terjamin apabila ekonomi kita mampu mengandalkan dan memadukan sumber alam dan ilmu pengetahuan.

Untuk menunjang ilmu pengetahuan, mulanya perlu dibentuk masyarakat yang mampu baca-tulis (reading society), karena dari sana dapat berkembang menjadi learning society, kemudian lebih lanjut akan mencapai advanced society.

Kelompok Kayu Akway menampilkan resensi buku mengenai buku biografi Steve Jobs, mantan CEO Apple.

Dalam presentasi ini, disebutkan bahwa beberapa hal yang substansial dalam menunjang kesuksesan Apple di antaranya adalah desain kantor Apple yang serba terbuka sehingga memungkinkan seluruh karyawan dapat saling belajar dan berinteraksi tanpa ada batasan, ditambah dengan produk-produk Apple sendiri yang integratif dan kolaboratif.

Sesi Bedah Buku Kepemimpinan diakhiri oleh presentasi Kelompok Bajigur dengan buku berjudul “Young On Top” karya Billy Boen. Buku ini berisi 35 kunci sukses di usia muda, dengan beberapa kalimat kunci andalan yang terdiri dari:

👉 Do what you love and love what you do

👉  Be grateful

👉 Healthy life

👉 Integrity

👉 Dream and think big

Penampilan Kunokini Persiapan Keberangkatan PK-55 LPDP

Kegiatan ini menampilkan hasil aransemen lagu modern dengan menggunakan alat musik tradisional. Tugas pra-PK ini mendukung peserta untuk memaksimalkan potensi dalam bidang seni musik tradisional.

Setiap kelompok ditantang untuk menyajikan pertunjukan musik yang menggabungkan konsep musik jaman dulu dan musik di masa sekarang.

Mereka diberi waktu 5 menit untuk menampilkan hasil Kunokini terbaiknya. Pada sesi ini, kreatifitas peserta PK-55 semakin terlihat dengan jelas karena mereka menggunakan beberapa macam jenis musik tradisional untuk menampilkan lagu era sekarang dengan sangat indah.

Kelompok Lire merupakan penampil pertama dengan melibatkan semua anggota kelompok. Mereka memilih lagu dengan judul Laskar Pelangi dan See You Again yang merupakan soundtrack dari film Fast and Furious 7.

Terdapat beberapa jenis alat musik tradisional yang mereka gunakan, antara lain seruling, gambang, kendang, dan satu sentuhan alat musik modern yaitu gitar. Dua orang diantara mereka menjadi penyanyi dan anggota yang lain memegang alat musik tersebut.

Suasana semakin hangat karena hampir seluruh peserta PK ikut bernyanyi dan terlarut dalam alunan musik yang lembut.

Setelah Kelompok Lire, selanjutnya Kelompok Majakani yang juga menunjukkan penampilan terbaik mereka. Ada satu dirigen, dua vokalis, dan tujuh belas orang yang memegang alat musik. Alat musik yang mereka gunakan adalah angklung, gitar, keyboard, kecrek dan beberapa jenis perkusi seperti gandang, jimbe, dan tasa.

Dengan mempersembahkan dua lagu easy listening berjudul Negeri di Atas Awan dan Badai Pasti Berlalu, mereka berhasil memikat perhatian para peserta PK yang lain.

Pada lagu pertama dengan judul Negeri di Atas Awan, mereka mengalunkan musik dengan tempo yang lambat dan lagu selanjutnya menggunakan tempo yang relatif cepat dengan ritme dari perkusi. Variasi tempo tersebut membuat penampilan mereka menjadi tidak terdengar membosankan.

Kelompok Saluang Balum menjadi penampil ketiga pada kesempatan kali ini. Mereka mempersembahkan dua lagu era 2000an yang berjudul Jangan Menyerah dari D’ Massive dan Inikah Cinta. Mereka juga menggunakan angklung, gitar, kendang, dan kajon untuk menampilkan hasil Kunokini terbaiknya.

Lagu yang sangat familiar di telinga para peserta PK ini berhasil membuat mereka ikut bernyanyi dan bergoyang bersama-sama. Penampilan yang tidak kalah spektakuler juga dipersembahkan oleh kelompok Sarabba. Febrina Christanti Putri yang menjadi vokalis pada penampilan tersebut berhasil memeriahkan suasana By You for You Kunokini.

Kelompok Sarabba membawakan tiga lagu yang berjudul Laskar Pelangi, Rumah Kita, dan Lupa Lupa Ingat. Alat musik yang mereka gunakan antara lain angklung, gitar, kulintang, dan harmonika.

Penampilan mereka diselipi lelucon singkat pada transisi lagu Rumah Kita dan Lupa. Mereka seolah-olah lupa dengan lirik lagu Rumah Kita dan berujung menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Kuburan Band tersebut. Tak heran persembahan mereka sontak semakin memeriahkan suasana malam itu.

Penampilan selanjutnya yaitu dari kelompok Kayu Akway. Mereka menggunakan alat music angklung, kajon, gitar, dan kajon.

Lagu yang mereka bawakan adalah Perahu Kertas yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda dan Aku dan Bintang yang merupakan lagu fenomenal Band Peterpan. Penampilan mereka mejadi lengkap dengan adanya tari-tarian yang dibawakan oleh beberapa perserta kelompok mereka.

Kelompok terakhir yang tampil yaitu Kelompok Bajigur dengan lagu Bengawan Solo dan Oh Negeriku. Mereka memakai alat musik gitar, kajon, angklung dan ditambah dengan tari-tarian dan nyanyian dari Ni Komang Semara Yanti. Penampilan mereka merupakan penutup yang sempurna di By You for You Kunokini.

By You For You Bedah Buku Kepemimpinan dan Kunokini telah mampu memunculkan potensi-potensi terbaik yang dimiliki oleh peserta PK-55 dalam bidang public speaking maupun seni. Selain itu, kebersamaan yang tercipta lewat setiap penampilan semakin memperkuat bonding di antara teman seangkatan.

Terimakasih dan Semangat Mengabdi Persiapan Keberangkatan (PK-55) LPDP
Share this Article
< Previous Article
Next Article >

0 komentar :

© 2019 Hailogue ID - All Rights Reserved