Rabu, 02 Januari 2019

Mahasiswa sebagai Agent of Change Berperan Penting Dalam Pemberantasan Korupsi

Mahasiswa sebagai Agent of Change Berperan Penting Dalam Pemberantasan Korupsi

Kondisi Indonesia memang bisa dikatakan tidak dalam posisi terbaik. Guncangan permasalahan semakin bertubi tubi terutama di bidang perpolitikan saat ini.

Bagaimana tidak, Indonesia sedang menghadapi sebuah masalah besar yaitu korupsi. Korupsi menjadi virus yang menyebar begitu cepat dan mempengaruhi hampir semua bidang, baik pendidikan, ekomoni bahkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sesuai survei Corruption Perception Index ( CPI ) 2015 yang diterbitkan oleh Transparency International, Indonesia mengalami kenaikan dengan skor 2 poin dan naik 19 peringkat dari tahun sebelumnya.

Dalam CPI 2014 tersebut, Indonesia mendapat skor 34 dari skala 0-100 (semakin tinggi skalanya, semakin bersih).

Miris? Pasti, Indonesia saat ini berasap korupsi yang tak kunjung henti, layaknya virus yang menyebar begitu cepat.

Berdasarkan hal tersebut, keseimbangan atau penanaman anti korupsi perlu diterapkan sejak dini. Negara tidak cukup hanya melakukan penegakan hukum secara sektoral tetapi juga harus komprehensif mempengaruhi perilaku masyarakat akan pentingnya gebrakan anti korupsi.

Hal ini perlu gebrakan bersama untuk memberantas korupsi di negeri ini. Masalah ini bukan hanya peran KPK sebagai untuk memberantas korupsi, tetapi juga tugas kita sebagai warga negara untuk menjaga bersih dari korupsi, terutama kalangan mahasiswa.

Mahasiswa adalah para pelajar intelektual yang berada di organisasi akademis dituntut menjadi problem solver berbagai masalah yang ada di negeri ini. Menyandang gelar mahasiswa menjadi suatu kebanggan sekaligus tantangan. 

Salah satu label mahasiswa yaitu sebagai agent of change. 

Baca Juga:
Profesor Jamaluddin Jompa, Ketua Akademi Ilmuan Muda Indonesia
7 Elemen Organisasi Menurut Prof Kadarsah Suryadi
7 Kriteria Kepemimpinan Menurut Prof Kadarsah Suryadi

Mahasiswa dituntut berperan terkait isu pemberantasan korupsi, peran mahasiswa sangat diperlukan mengingat korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mewabah di negeri ini. Sehingga setiap gerakan mahasiswa, aliansi mahasiswa dan komunitas anti korupsi pun diharapkan hasil perubahan besar oleh masyarakat dalam mengawal pemberantasan korupsi.

Harapannya tidak ada perpecahan diantara mahasiswa, semua dapat bersama sama bersatu untuk melawan tindak perilaku korupsi sesuai dengan ruang lingkup dan peranannya masing masing. 

Hal ini, pada akhirnya akan berimplikasi terhadap semua bidang, seperti pendidikan yang bermutu, calon masa depan yang unggul dan menjadi SDM yang siap prima menuju titik kulminasi bonus demokrasi. Karena sejatinya, pemimpin besar dapat menciptakan keseimbangan negeri ini, terutama bersih dari korupsi.

Show comments
Hide comments
1 komentar:
Tulis komentar